widget

Kamis, 08 Januari 2015

KONSEP DASAR KAJIAN KURIKULUM SEKOLAH

A. PENGERTIAN KAJIAN KURIKULUM SEKOLAH 
            Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga, terutama dalam bidang atletik pada zaman romawi kuno di Yunani. Dalam bahasa Prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Jarak yang harus ditempuh tersebut kemudian diubah menjadi program sekolah dan semua orang yang terlibat di dalamnya. Secara terminologis istilah kurikulum (dalam pendidikan) adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Kajian Kurikulum sekolah adalah proses menganalisis kurikulum yang belaku ataupun yang sudah pernah dipakai disekolah.

B. DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM 
   1. Konsep Kurikulum Dalam Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungannya, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. 
Komponen-komponen Kurikulum Kurikulum sebagai suatu sistem keseluruhan memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu dengan yang lainnya, yaitu:
a. Tujuan 
b. Materi 
c. Metode 
d. Organisasi 
e. Evaluasi 

Peranan Kurikulum Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengembang peranan yang sangat penting bagi pendidikan siswa. Ada tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting, yaitu sebagai berikut: 
a. Peranan konservatif 
b. Peranan kritis dan evaluatif 
c. Peranan kreatif 

Fungsi Kurikulum Alexander Inglis dalam bukunya Principle of Secondary Education (1978), menyatakan bahwa fungsi kurikulum, adalah sebagai berikut: 
a. Penyesuaian (the adjustive of adaptive function) 
b. Pengintegrasian (the integrating function) 
c. Peferensiasi (the differentiating function) 
d. Persiapan (the propaedeutic function) 
e. Pemilihan (the selective function) 
f. Diagnostik (the diagnostic function) 

Pendekatan Studi Kurikulum Secara teoritis, menurut perkembangannya dapat dikembalikan ke dalam empat pendekatan, yaitu pendekatan mata pelajaran, pendekatan interdispliner, pendekatan integrative dan pendekatan sistem. Proses Kurikulum Pada dasarnya kurikulum merupakan suatu perangkat lengkap yang menjadi dasar bagi guru dalam membuat semua keputusan disekolah. 

  2. Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai hingga mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa. Kesempatan belajar (learning opportunity) adalah hubungan yang telah direncanakan dan terkontrol antara para siswa, guru, bahan peralatan, dan lingkungan dimana belajar yang diinginkan diharapkan terjadi. Proses kurikulum terdiri dari empat unsur, yaitu sebagai berikut: 
a. Tujuan yaitu mempelajari dan menggambarkan semua sumber pengetahuan dan pertimbangan tentang tujuan-tujuan pengajaran, baik yang berkenaan dengan mata pelajaran (subject course) maupun kurikulum secara menyeluruh. 
b. Metode dan material yaitu mengembangkan dan mencoba menggunakan metode-metode dan material sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan tadi yang serasi menurut pertimbangan guru. 
c. Penilaian (assessment) yaitu menilai keberhasilan pekerjaan yang telah dikembangkan itu dalam hubungan dengan tujuan dan dalam mengembangkan tujuan-tujuan baru. 
d. Balikan (feedback) yaitu umpan balik dari semua pengalaman yang telah diperoleh yang pada gilirannya menjadi titik tolak bagi studi selanjutnya. 

Dasar Pertimbangan Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan sebagai satu disiplin ilmu perlu bahkan seharusnya mendapat perhatian secara khusus dan menempati kedudukan dan fungsi sentral dalam sistem pendidikan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan secara multidimensional, yaitu sebagai berikut: 
a. Kebijakan nasional dalam rangka pembangunan nasional sebagai upaya merealisasi butir-butir ketetapan dalam GBHN, khususnya yang berkenaan dengan sistem pendidikan nasional. 
b. Kebijakan-kebijakan dalam pendidikan dalam rangka merealisasikan undang-undang No. 2 tahun 1989 yang menyebutkan bahwa kurikulum menempati kedudukan sentral. 
c. Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sinkron dengan kebutuhan pembangunan dan memenuhi keperluan sistem pendidikan dalam upaya memanfaatkan, mengembangkan dan menciptakan IPTEK. 
d. Kebutuhan, tuntutan, aspirasi dan masalah dalam sistem masyarakat yang bersifat dinamis, dan berubah dengan cepat dewasa ini dan masa datang. 
e. Profesionalisasi dan fungsionalisasi ketenagaan bidang pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan yang berkualitas dan mampu bekerjasama dengan unsur-unsur ketenagaan profesi lainnya. 
f. Upaya pembinaan disiplin ilmu pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan yang berkaitan dengan upaya pembinaan disiplin ilmu lainnya, serta pembinaan ilmu pendidikan khususnya. 

Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum 
a. Kurikulum disusun untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional. 
b. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan dengan pendekatan kemampuan. 
c. Kurikulum harus sesuai dengan ciri khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan. 
d. Kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi dikembangkan atas dasar standar nasional pendidikan setiap jenis dan jenjang pendidikan. 
e. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi sesuai dengan kebutuhan potensi, dan minat peserta didik dan tuntutan pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan. 
f. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan tuntutan pembangunan daerah dan nasional, keanekaragaman potensi daerah dan lingkungan serta kebutuhan pengembangan iptek dan seni. 
g. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi, sesuai dengan tuntutan lingkungan dan budaya setempat. 
h. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yang berhakat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan. 

Sumber-sumber Kurikulum Menurut Herrick ada tiga macam sumber kurikulum yaitu pengetahuan, masyarakat serta individu yang dididik. 
a. Pengetahuan Pengetahuan adalah bahan yang akan disampaikan kepada anak. Pengetahuan ini berasal dari berbagai bidang studi. Salah satu sifat utama daripada pengetahuan adalah selalu berkembang. 
b. Masyarakat Masyarakat sebagai sumber kurikulum. Sekolah merupakan agen masyarakat dalam meneruskan warisan-warisan budaya serta memecahkan masalah-masalah masyarakat. Persoalan yang dihadapi dalam menyusun kurikulum adalah dalam menentukan nilai-nilai mana yang perlu dipilih dan dikembangkan bagi masyarakat yang akan datang. 
c. Individu Individu sebagai sumber kurikulum. Kurikulum disusun untuk membantu perkembangan anak seoptimal mungkin. Tiap individu anak ini mempunyai kemampuan, sifat-sifat serta kebutuhan yang berbeda. Disamping ketiga sumber tersebut masih ada suatu sumber lain yang perlu mendapat perhatian yaitu teknologi yang pesat dan sangat mempengaruhi dan memberikan banyak fasilitas bagi pelaksanaan pendidikan. Kurikulum sebagai desain pendidikan mempersiapkan pendidikan generasi muda bagi kehidupannya masa kini dan bagi masa yang akan datang. 

     3. Kondisi Pengembangan Kurikulum Kegiatan pengembangan kurikulum dapat dilaksanakan pada berbagai kondisi atau setting, mulai dari tingkat kelas sampai dengan tingkat nasional. Kondisi-kondisi itu adalah sebagai berikut: 
a. Pengembangan kurikulum oleh guru kelas 
b. Pengembangan kurikulum oleh sekelompok guru dalam suatu sekolah 
c. Pengembangan kurikulum melalui pusat guru (teacher’s center’s) 
d. Pengembangan kurikulum pada tingkat daerah 
e. Pengembangan kurikulum dalam atau melalui proyek nasional 

       4. Kekuatan-kekuatan yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum
a. Pendidikan Tinggi Kurikulum yang dikembangkan minimal mendapat pengaruh dari pendidikan tinggi, yaitu dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi serta dari pendidikan guru yang dilaksanakan oleh LPTK. 
b. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan bertugas mempersiapkan anak untuk kehidupannya di masyarakat sebagai bagian dan agen dari masyarakat, sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dimana sekolah tersebut berada. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. 
c. Sistem Nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai, seperti: nilai moral, nilai sosial maupun nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan perumusan nilai-nilai dan yang akan dipelihara dan diteruskan kepada generasi muda harus terintegrasi dalam kurikulum. 
d. Artikulasi Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti “kesatu-paduan dan koordinasi semua pengalaman belajar”. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum perlu meneliti secara menyeluruh, membuang hal-hal yang tidak diperlukan, menghilangkan duplikasi, merevisi metode serta isi pelajaran, mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. 
e. Hambatan-hambatan dalam Pengembangan Kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. Hambatan pertama terletak pada guru. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Hal itu disebabkan beberapa hal yaitu karena kurang waktu, karena ada kekurang sesuaian pendapat baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator, karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hambatan lain datang dari masyarakat. Selain itu juga terdapat hambatan yang lain yaitu masalah biaya

2 komentar:

  1. Teh izin tanya, maksud dari "manusia dan lingkungan sebagai komponen kajian kurikulum" apa ya? balas ya

    BalasHapus
  2. saya sangat senang membaca artikel ini, tapi satu hal yang tidak dimergerti oleh saya adalah mengenai artikulasi kurikulum. Oleh karena saya harap anda bisa memberikan contoh sedetail mungkin mengenai artikulasi kurikulum itu yang seperti apa

    BalasHapus